Deretan 10 Obyek Wisata Dieng Tersohor Ini Bagaikan Surga Yang Dirindukan

Kawasan wisata Dieng bukan tipikal tempat yang bisa di nikmati dalam kunjungan sekilas, karena begitu banyaknya destinasi wisata disana.

Dataran tinggi yang letaknya beririsan dengan kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo tersebut menyimpan banyak atraksi wisata menakjubkan yang bisa menyita sebagian besar waktu Anda, mulai dari perkebunan, kawah, kompleks candi, museum hingga kolam pemandian air hangat.

Negeri di Atas Awan adalah julukan yang paling tepat untuk menggambarkan keindahan destinasi alam Dieng secara maksimal.

Sayangnya, kawasan wisata ini hanya bisa dicapai setelah Anda menempuh perjalanan jauh. Artinya waktu yang tersisa tak lagi banyak karena sebagian besar waktu telah dihabiskan untuk menempuh perjalanan panjang.

Sepanjang perjalanan, Anda akan menjumpai berbagai pemandangan menarik seperti hamparan kebun kentang dan carica ( tanaman pepaya gunung ) yang membentang luas menghiasi sisi jalan.

Apabila berangkat dari kota Wonosobo, butuh sekitar 1 jam lamanya untuk bisa tiba di kawasan Dieng. Nanti, setelah sampai di tugu “Selamat Datang di Dieng” Anda akan mengetahui seperti apa rasanya menikmati keindahan alam Dieng sambil ditemani dengan kabut yang menyelimutinya.

Berikut ini adalah beberapa objek wisata terbaik Dieng yang bisa menjadi referensi tempat wisata Jawa Tengah yang harus Anda kunjungi.

Objek Wisata Dieng Plateau

1. Kawah Sikidang

Pesona fenomena alama kawah Sikidang
Kawah Sikidang

Cekungan yang terbentuk secara alami lewat peristiwa letusan gunung berapi ini menjadi tujuan favorit para wisatawan yang berkunjung ke Dieng. Salah satu alasannya ialah karena kawah ini berada di dataran yang cukup landai sehingga mudah di akses oleh para pengunjung.

Meski menarik perhatian, Anda tetap tidak diperbolehkan untuk berdiri terlalu dekat dengan mulut kawah karena kawah ini masih terus aktif mengeluarkan materi asap dan cairan belerang bersuhu tinggi. Suhunya bahkan disebut–sebut bisa mencapai 90 derajat celcius.

Karena kontur tanahnya terbilang landai, kawasan di sekitar kawah Sikidang seringkali dijadikan sebagai arena pacuan kuda atau mengendarai motor trail. Anda bisa menjajal sensasi berkuda maupun berkendara motor trail di atas dataran tinggi Dieng sambil bergaya layaknya rider profesional.

Ada juga beberapa buah sepeda yang terparkir rapi di tepi paving block. Sepeda–sepeda tersebut memang sengaja disediakan bagi para wisatawan yang ingin menikmati udara sejuk pegunungan Dieng tanpa bersusah payah alias tidak perlu berjalan kaki tetapi cukup mengayuh pedal saja.

2. Telaga Merdada

Jika Sikidang adalah kawah terbesar, maka Merdada adalah telaga terluas di dataran tinggi Dieng. Terbentuk akibat peristiwa letusan gunung berapi yang terjadi di masa lalu, kepundan ini dipagari oleh barisan punggung bukit yang kakinya menjulur hingga ke permukaan air.

Beberapa perahu juga terlihat menyebar di area kolam dan siap mengajak Anda berkeliling menikmati pemandangan di sekitar telaga.

Di samping itu, ada beberapa orang yang bersantai di pinggir kolam sembari tekun menunggu hingga umpan pancingnya disambar oleh ikan. Anda mau mencobanya juga ?

3. Telaga Warna

Keindahan telaga Warna dan Pengilon
Telaga warna & pengilon

Berada pada ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut, tempat wisata di Dieng ini memberikan pengalaman wisata alam yang menakjubkan bagi Anda yang menggemari fenomena unik.

Pasalnya, telaga ini akan menyuguhkan keistimewaan pada Anda, dimana airnya dapat berubah warna menjadi hijau kekuningan atau biru keunguan. Hal ini dipengaruhi oleh tingginya konsentrasi senyawa sulfur yang terkandung di dalam telaga warna.

Selain pesona kolam yang dapat berubah warna tersebut, telaga Warna juga menyajikan suasana super nyaman yang bisa membuat Anda betah berlama–lama disini. Sejuknya atmosfer pegunungan jadi salah satu alasannya.

Kabut tipis yang menyelinap lewat celah pepohonan hijau yang mengelilingi telaga ini membuat vibrasi ketenangan dan relaksasi semakin kuat memancar hingga berhasil membius para wisatawan.

Bak pesona gadis pingitan yang membuat pemuda penasaran, telaga Warna memang nampak ayu walau di lihat dari sudut pandang berbeda.

Tidak hanya ada untuk dinikmati keindahannya, telaga Warna juga memiliki manfaat yang cukup besar, salah satunya ialah menjadi sumber irigasi bagi lahan perkebunan kentang dan kubis milik masyarakat setempat.

Baca : Menikmati Merapi dari Ketep Pass Magelang.

4. Telaga Pengilon

Telaga Pengilon mampu menyandera hati Anda lewat pesona bentang alamnya. Salah satu pesona telaga Pengilon terletak pada kerjenihan air birunya yang akan memendarkan kilau cahaya kala tertimpa sinar mentari.

Kejernihan air di telaga Pengilon bahkan disebut–sebut mirip kaca cermin yang mampu merefleksikan apa saja yang berada di depannya.

Tak berlebihan rasanya jika Anda menyetujui pernyataan di atas. Pasalnya, kolam Pengilon memang bisa memproyeksikan keindahan alam sekitarnya lewat bayangan yang terpantul jelas di permukaan air. Cocok sekali untuk dijadikan cermin bersolek kaum Hawa, nih !

5. Kompleks Candi Arjuna

Kompleks candi Arjuna Dieng
Candi Arjuna

Kali ini Dieng memanjakan Anda dengan wisata sejarah yang mengagumkan, setidaknya ada lebih dari 10 kompleks candi beraliran Syiwa berdiri memanjang dari ujung utara ke selatan, mulai dari Candi Arjuna, Candi Gatotkaca, Candi Bima, Candi Semar, Candi Sembadra, Candi Srikandi, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Umur candi bisa diketahui lewat ukiran angka 808 M yang terdapat pada salah satu prasasti kuno yang ditemukan di sekitar kompleks Candi.

Secara garis besar kompleks candi terbagi ke dalam 4 kelompok, yakni kelompok Candi Bima, Candi Arjuna, Candi Gatotkaca dan Candi Dwarawati. Karena keunikannya, kompleks candi Dieng seringkali dijadikan sebagai latar berfoto oleh para turis yang melancong.

Selain itu, mulai tahun 2010, Dinas Pariwisata Banjarnegara dan Pokdarwis ( Kelompok Sadar Wisata ) rutin menyelenggarakan Dieng Culture Festival.

Acara yang diselenggarakan tiap tahun ini menarik minat wisatawan untuk mempelajari budaya dari Dieng secara langsung.

Baca : Mampir ke Grojogan Sewu Karanganyar.

6. Museum Kailasa

Menyambangi museum Kailasa, Anda akan bertanya–tanya tentang sejarah di balik penemuan berbagai peninggalan arkeologis berupa gugusan candi serta prasasti yang terpajang rapi di ruang utama. Tak hanya itu, Anda juga akan melihat koleksi arca yang ditata rapi di dalam ruangan tersebut.

Menaiki beberapa anak tangga menuju ke lantai dua, Anda akan dikejutkan dengan tampilan museum yang lebih modern dan fresh.

Pencahayaannya pun diatur sedemikian rupa untuk menonjolkan kesan futuristik yang kuat. Tata ruang Museum Kailasa memang diseragamkan dengan tata ruang museum lainnya yang di bangun pada tahun 2006.

Selain itu, terdapat pula panel informasi yang membahas mengenai bagian–bagian candi, teknik konstruksi candi dan perbandingan arsitektur candi. Tentu saja hal tersebut menjadi santapan lezat bagi para penikmat ilmu sejarah. Termasuk Anda ?

7. Dieng Plateau Theater

Dieng Plateau Theater mirip seperti bioskop yang menayangkan film dokumenter mengenai sejarah Dieng di zaman dulu.

Lebih dari itu, karena lokasinya yang berada di bukit Sikendil, Dieng Plateau Theater juga menawarkan pemandangan alam yang mempesona. Ditambah lagi, Anda bisa mencicipi jajanan khas yang tersedia di warung–warung seperti tempe kemul dan purwaceng.

Di tengah udara dingin Dieng, makan tempe kemul hangat akan terasa lebih nikmat. Anda bisa mencoba jajanan nikmat tersebut bersama keluarga setelah selesai menonton film.

8. Bukit Sikunir

Sunrise di bukit Sikunir
Sunrise bukit Sikunir

Bukit Sikunir menjadi spot terbaik untuk menyaksikan keindahan deretan volcano aktif di Jawa Tengah secara keseluruhan. Setidaknya, ada dua volcano aktif yang akan menghiasi pandangan anda, yaitu gunung Sindoro ( 3.185 Mdpl ) dan gunung Sumbing ( 3.371 Mdpl ).

Tetapi untuk mencapai puncak bukit ini tidak semudah yang Anda pikirkan. Anda perlu melintasi rute bertangga sepanjang kurang lebih 800 meter terlebih dahulu. Hal tersebut menjadi tidak mudah karena suhu udara di kawasan Dieng saat itu bisa mencapai minus 5 derajat.

Waktu tempuh yang dibutuhkan untuk menyelesaikan trek pendakian tersebut bervariasi tergantung pada kemampuan setiap orang. Namun, pada umumnya, wisatawan menghabiskan waktu selama kurang lebih 1 hingga 2 jam untuk bisa sampai di puncak Sikunir.

Begitu tiba di atas, Anda akan langsung dihangatkan dengan lanskap indah dari kawah dan jurang yang memanjang dari sisi barat laut ke arah selatan gunung, dimana yang terbesar dinamai Kembang.

Terlihat pula kubah lava gunung Sindoro yang ukurannya tak terlalu besar namun menyimpan catatan sejarah letusan gunung berapi yang fenomenal.

Selain kondisi fisik yang prima, Anda juga membutuhkan beberapa perlengkapan pendukung untuk dapat memulai pendakian dengan nyaman. Beberapa perlengkapan tersebut diantaranya ialah pakaian hangat, alat penerangan, serta botol berisi minuman panas.

9. Gunung Prau

Pendakian gunung Prau
Gunung Prau

Bagi Anda yang ingin melengkapi kunjungan wisata di Dieng dengan mendaki gunung, Anda dapat mencoba melakukan pendakian ke gunung Prau yang memiliki ketinggian 2565 Mdpl.

Mungkin tak setinggi gunung Sindoro atau Sumbing yang berada di dekatnya, namun untuk mendakinya Anda tetap harus memiliki persiapan khusus seperti latihan fisik sebelum naik gunung.

Selain itu pastikan perbekalan dan peralatan pendakian lengkap. Hal tersebut sangat penting untuk mengurangi resiko yang tidak diinginkan. Jika peralatan dan perbekalan sudah lengkap maka lebih aman dan nyaman menikmati keindahan alam yang ditawarkan oleh gunung ini.

10. Tani Jiwo

Jika membahas soal Dieng, akomodasi jadi topik penting yang tidak boleh luput dalam pembahasan. Hal tersebut dikarenakan Dieng menyimpan banyak atraksi wisata mengagumkan yang akan membuat Anda gamang untuk menentukan waktu pulang.

Sebuah hostel yang terletak di daerah Dieng Kulon ini bisa jadi opsi yang tepat bagi Anda yang butuh tempat menginap. Mengusung semboyan yang terbilang unik, “mari merapat agar semakin hangat”, hostel ini menawarkan berbagai pilhan kamar yang disesuaikan dengan budget dan kebutuhan.

Ada tipe sharing room yang terdiri dari 4 hingga 6 tempat tidur bertingkat. Kamar ini biasanya menjadi favorit para backpacker yang ingin menghemat uang. Sementara, di ruangan lain terdapat tipe kamar keluarga ( family room ) yang dilengkapi dengan tempat tidur berkapasitas 4 orang.

Bila Anda belum berkeluarga namun tidak suka berbagi kamar dengan turis lain, maka kamar tipe regular bisa jadi pilihan yang tepat. Sebenarnya, kamar regular diperuntukkan bagi dua orang, namun hal itu tidak menutup kemungkinan jika anda ingin menempatinya sendirian.

Kelebihan hostel ini terletak pada fasilitasnya yang cukup lengkap, dimana Anda bisa menemukan dapur kecil dan ruang perpustakaan mini yang bisa di akses oleh seluruh tamu hostel.

Di lantai 2 terdapat area yang diperuntukkan bagi tamu yang merokok. Tentu hal tersebut menjadi nilai plus tersendiri bagi hostel bertingkat 3 ini.

Rekomendasi tempat penginapan lainnya masih sangat banyak, diantaranya : Griya Homestay, Dieng Plateau Homestay, Homestay Dieng Pass, Homestay Dieng Persada, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Fasilitas di Dieng

Dataran tinggi Dieng Plateau telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang yang lengkap seperti mushola, toilet, tempat parkir dan warung makan yang letaknya tersebar di beberapa titik.

Beberapa rumah makan terdekat yang bisa Anda sambangi kala bertamasya ke Dieng ialah warung makan mbak Mien dan resto bu Djono.

Baik warung makan mbak Mien maupun resto bu Djono sama–sama menawarkan sajian kuliner lezat yang tak menguras isi kantong. Jadi, anda tidak perlu ragu untuk mampir kemari. Bahkan anda bisa mengecek harganya terlebih dahulu.

Rute Menuju Dieng

Dataran Tinggi Dieng beralamat lengkap di Jalan Dieng No.16, Dieng, Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Jika datang dari kota Jogja, Anda akan dihadapkan pada rute perjalanan sejauh 116 km dengan opsi tercepat melalui Jalur Magelang. Nanti Anda akan menemui simpang pasar Kretek, Wonosobo, sebelum akhirnya masuk ke medan menanjak dan berliku menuju Dieng.

Bagi pengguna moda transportasi umum, pastikan Anda transit di Terminal Mendolo untuk kembali melanjutkan perjalanan dengan bus mikro yang siap mengantar menuju ke kawasan wisata Dieng Wonosobo.

Sayangnya, bus yang rajin mengangkut penumpang itu hanya aktif beroperasi sampai pukul 5 sore saja, sehingga penting bagi Anda untuk tiba di Terminal Wonosobo sebelum waktu tersebut.

Review Artikel Ini

Kualitas isi & gaya bahasa artikel :

Isi Form Feedback

Berikan alasan Anda memberikan review rendah

Yakin Ngga Mau Komen ?