Menikmati Sapuan Kabut Lembut dan Udara Segar di Telaga Sarangan Magetan

Kamu suka dengan wisata air namun juga menyukai udara yang sejuk di dataran tinggi ? Main saja ke Telaga Sarangan Magetan yang ada di Jawa Timur, tepatnya berada di kaki Gunung Lawu.

Gunung Lawu sendiri merupakan gunung di Jawa Timur yang cukup ramai dikunjungi oleh para pendaki. Ketika turun gunung, mereka bisa menikmati segarnya udara dan percikan air danau di Telaga Sarangan.

Selain disukai oleh para pendaki, Telaga Sarangan juga kerap dijadikan tujuan wisata di Jawa Timur jika kebetulan melintasi jalur Magetan atau sebagai tambahan objek wisata bagi wisatawan yang main ke Tawangmangu.

Penasaran dengan pengalaman yang bisa kamu dapatkan di Telaga Sarangan ? Intip informasi lengkapnya di bawah ini yuk.

Akses Menuju Telaga Sarangan Magetan

Untuk menuju ke Telaga Sarangan kamu bisa lewat dua jalur yang tersedia.

Jalur yang pertama adalah dari arah Magetan dan yang kedua adalah jalur dari arah Tawangmangu. Keduanya melewati jalan khas pegunungan yang berkelok jadi kamu akan dimanjakan dengan pemandangan yang hijau dan udara yang lebih sejuk.

Hal ini juga bisa jadi peringatan untuk mempersiapkan diri terutama bagi kamu yang gampang mabuk darat karena jalan yang berkelok-kelok.

Telaga Sarangan secara administratif adalah bagian dari wilayah Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Jarak antara telaga dengan pusat kota adalah sekitar 16 km sementara jika ditempuh dari Tawangmangu lebih dekat yaitu sekitar 6 km saja.

Gunung Lawu memiliki ketinggian 3.265 mdpl sementara Telaga Sarangan berada di ketinggian 1.200 mdpl. Sehingga meski tidak terlalu tinggi, udaranya tetap agak dingin apalagi lokasi danau yang dikelilingi oleh pohon-pohon yang cukup lebat.

Jadi pastikan kamu tetap membawa jaket dan juga baju ganti karena kalau sudah main ke Telaga Sarangan sayang jika tidak main langsung di danaunya.

Jalan Santai Keliling Danau & Naik Perahu Cepat

Naik speedboat di telaga Sarangan Magetan
Naik boat di Sarangan

Begitu masuk ke kawasan telaga kamu akan disambut dengan keramaian masyarakat dan juga wisatawan yang bercampur jadi satu.

Di sekeliling telaga sudah banyak rumah-rumah yang dijadikan penginapan yang bisa kamu sewa bersama dengan rombongan.

Selain itu di sekeliling telaga juga banyak para pedagang souvenir yang menjual aneka macam kerajinan, mainan, aksesoris, dan masih banyak lagi lainnya yang bisa jadi oleh-oleh murah.

Udara yang sejuk ditambah dengan pemandangan sekeliling yang teduh dan dipenuhi dengan pohon dijamin akan mengundangmu untuk jalan-jalan mengitari danau yang memiliki luas sekitar 30 hektar ini.

Pagi hari adalah waktu yang direkomendasikan untuk jalan-jalan mengitari danau di mana nantinya kamu akan menemukan deretan pohon pinus yang membuat udara jadi makin sejuk dan dingin.

Jika dirasa terlalu jauh, kamu juga bisa kok menyewa andong atau menunggang kuda yang disewakan oleh masyarakat setempat untuk pengalaman yang berbeda.

Wisata danau tentu tidak lengkap jika tidak ada acara keliling dengan menggunakan perahu, bukan? Kamu pun bisa merasakan hembusan angin menerpa wajah dan cipratan air yang dingin dengan menggunakan perahu.

Ada dua jenis permainan air yang bisa kamu pilih, yaitu becak air dan juga speed boat.

Yang paling seru adalah naik speed boat di mana kamu akan dibawa ngebut dengan perahu berkecepatan tinggi dan pengemudinya akan dengan sengaja membuat manuver-manuver yang tajam.

Jadi siap-siap pakaian ganti karena dijamin pakaianmu akan basah kena air, dan juga suara yang nyaring karena sensasinya tidak kalah dengan wahana ekstrim di taman bermain.

Baca : Menunggangi ombak di pantai Plengkung.

Menyantap Sate Kelinci di Udara Pegunungan

Makan sate kelinci di telaga Sarangan
Makan siang di tepi telaga

Puas keliling danau dan basah-basahan dengan air danau yang dingin pasti membuat perutmu lapar.

Tidak perlu jauh-jauh mencari makanan karena Telaga Sarangan juga sudah banyak yang menjual makanan khas lokal, salah satunya adalah sate kelinci.

Cicipi sendiri hidangan sate kelinci yang banyak dijual di sekitaran danau dengan dagingnya yang lembut dan bumbu kecap yang nikmat.

Sate kelinci memang jadi makanan khas daerah pegunungan tak terkecuali di kawasan Gunung Lawu dan Telaga Sarangan.

Namun buat kamu yang tidak tegaan atau tidak makan daging, bisa menyantap pecel lele sederhana yang nikmat dan bisa jadi menu sarapan yang menyehatkan.

Kadang, penjual pecel juga mendatangi penginapan untuk langsung ditawarkan kepada wisatawan, jadi kamu tidak perlu jauh-jauh cari makanan.

Baca juga : Sunset di Pulau Merah Banyuwangi.

Mencelupkan Kaki Ke Dinginnya Kolam Air Terjun

Air terjun Pundak Kiwo Magetan
Air terjun Pundak Kiwo

Agak geser sedikit sekitar 3 km kamu bisa mengunjungi objek wisata lainnya di kawasan Telaga Sarangan Magetan yaitu Air Terjun Pundak Kiwo.

Air terjun yang letaknya ada di ketinggian 1.476 mdpl ini bisa ditempuh dari jalur Desa Ngerong. Untuk mencapai lokasi ini sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi karena transportasi umum tidak menjangkau pintu masuk air terjun kecuali ojek motor.

Dari pintu masuk kamu harus jalan kaki sekitar 1,5 km untuk bisa bertemu dengan air terjun ini.

Selama jalan menuju air terjun kamu akan disuguhi dengan pemandangan kebun sayur milik warga setempat untuk mencuci mata. Kamu juga akan disambut dengan hutan pinus yang membuat udara terasa makin sejuk.

Sekitar 500 meter dari pintu masuk, kamu akan menjumpai air terjun pertama yang dinamakan Air Terjun Watu Ondo atau undakan batu karena air yang mengaliri susunan bantu yang berundak.

Kemudian lanjutkan perjalanan yang agak menanjak dan tidak jauh dari Watu Ondo kamu akan menemukan Air Terjun Jarakan dengan tinggi 35 meter.

Air Terjun Pundak Kiwo berada di posisi yang paling atas dan paling tinggi di antara dua air terjun sebelumnya.

Di sini kamu bisa mencelupkan kaki dan tangan untuk merasakan sejuknya air pegunungan yang asli.

Puas main ke Telaga Sarangan Magetan jangan lupa untuk beli souvenir dan oleh-oleh lokal yang dijual di sekitar kawasan wisata ya.

Bagaimana, mulai tertarik ingin berkunjung ?

Yakin Ngga Mau Komen ?

Yuk diskusi cerdas. Gunakan nama asli agar komentar Anda disetujui.