Menunggangi Ombak Selatan di Pantai Plengkung Banyuwangi

Pantai Plengkung Banyuwangi adalah objek wisata yang menawarkan pengalaman menantang sekaligus memberikan keindahan alam pantai yang berkualitas internasional.

Aktivitas utama yang ada di pantai ini adalah selancar karena Pantai Plengkung punya ombak yang cukup besar yang disebabkan karena lokasi geografisnya di bagian selatan Pulau Jawa.

Pantai yang berseberangan langsung dengan Samudera Hindia ini memiliki reputasi di dunia internasional sebagai salah satu pantai terbaik untuk berselancar di seluruh dunia.

Sehingga tidak heran kalau nantinya kamu akan bertemu dengan beberapa turis asing lengkap dengan surfing gear nya.

Sebagai pantai yang punya reputasi internasional, Pantai Plengkung juga punya nama yang dikenal secara internasional, yaitu G-Land.

Nama G-Land konon diberikan oleh turis-turis asing yang sengaja datang ke pantai ini untuk menjajal ombaknya.

Ombak di Pantai Plengkung dikenal tinggi dan panjang dengan tabung-tabung yang cukup menantang para peselancar profesional.

Tabung-tabung ombak yang menggulung inilah yang membuatnya disebut sebagai G-Land karena berbentuk seperti huruf G.

Petualangan Menuju Pantai Plengkung Banyuwangi

Keindahan Pantai Plengkung bisa dinikmati siapa saja, termasuk kamu yang tidak bisa berselancar.

Daya tarik objek wisata Jawa Timur ini sudah dimulai sejak rute perjalanan menuju lokasi karena medannya yang belum sempurna dan lingkungan yang masih sangat alami.

Namun hal ini justru jadi pengalaman menarik tersendiri bagi para wisatawan karena terkesan seperti menuju ke dunia lain di mana akan ada hal yang menakjubkan menunggu di ujung jalan.

Pantai Plengkung merupakan bagian dari kawasan Taman Nasional Alas Purwo yang bisa ditempuh dari Banyuwangi.

Jarak sepanjang 86 km dari kota Banyuwangi bisa ditempuh melalu jalur Kalipait – Pasaranyar – Trianggulasi – Pancur – Pantai Plengkung.

Selain melalui jalan darat kamu juga bisa langsung ke Pantai Plengkung lewat jalur laut. Yaitu dari Banyuwangi kemudian Benculuk lalu masuk ke kawasan Grajagan.

Dari sini kamu bisa naik speed boat untuk langsung ke Pantai Plengkung.

Gelombang Setinggi 8 Meter Siap Menyambut

Ombak di pantai Plengkung
Ombak pantai Plengkung Banyuwangi

Lokasinya yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia memberikan jaminan kalau di Pantai Plengkung ombaknya besar-besar.

Untuk kamu yang ingin masuk ke air harap berhati-hati agar tidak terseret ombak tanpa keahlian berenang yang mumpuni.

Sedangkan bagi kamu yang antusias dengan kegiatan selancar, sudah banyak fasilitas dan juga camp-camp peselancar di kawasan pantai ini yang menyediakan akomodasi dan perlengkapan selancar.

Ombak di Pantai Plengkung dibagi menjadi tiga kelas yaitu untuk kelas pemula bisa mengendarai ombak dengan ketinggian 3 hingga 4 meter.

Untuk kelas yang sudah lebih berpengalaman dan ahli, bisa mencoba mengendarai ombak yang punya ketinggian 5 hingga 6 meter.

Sementara bagi yang suka tantangan dan ingin menjajal ombak kelas internasional yang biasanya dikendarai oleh profesional bisa dengan ombak yang tingginya mencapai 8 meter dan bertabung.

Waktu terbaik untuk berselancar adalah pada bulan April dan September, karena pada bulan-bulan tersebut angin yang berhembus dari laut ke daratan cukup besar, sehingga ombak yang dihasilkan pun lebih tinggi dan lebih menderu.

Lebih spesifik lagi, kamu bisa berselancar ketika air laut sedang pasang yang biasanya terjadi setelah bulan purnama dan berlangsung selama 10 hari.

Pada waktu-waktu ini Pantai Plengkung banyak dikunjungi oleh para pemburu ombak yang tak sabar ingin menaklukkan tembok Samudera Hindia.

Kawasan Yang Masih Alami Jadi Daya Tarik

Akses menuju pantai Plengkung
Akses menuju pantai

Selain memiliki gelombang yang luar biasa dan berkelas internasional, ada hal lain yang membuat Pantai Plengkung Banyuwangi punya posisi tersendiri di hati para peselancar.

Beda dengan lokasi selancar dunia lainnya yang di sekitar pantai sudah berkembang dengan gaya hidup urban pinggir laut, lingkungan Pantai Plengkung masih alami sejak pertama kali ditemukan pada tahun 70an.

Bukannya melihat gedung-gedung yang tinggi, kamu akan menemukan deretan pepohonan yang lebat dan memberikan nuansa misterius bagi pengunjung.

Namun justru karena kondisi sekitarnya yang tidak ramai para peselancar jadi bisa menikmati pantai layaknya pantai milik sendiri.

Mengapa kawasan Pantai Plengkung tidak dikembangkan dengan  fasilitas akomodasi dan sebagainya ? Karena pantai ini berada di kawasan Taman Nasional Alas Purwo yang merupakan hutan hujan dataran rendah yang didominasi oleh formasi hutan bambu.

Karena merupakan kawasan konservasi maka dibiarkan tetap alami dan tidak diperbolehkan untuk dikembangkan dengan modernisasi.

Maka dari itu dari jalan besar menuju ke Pantai Plengkung memang membutuhkan usaha yang agak ekstra karena jalan yang tidak beraspal dan sepi.

Di sisi lain, udara yang kamu hirup adalah udara yang bebas polusi. Dan kadang hewan-hewan liar pun menampakkan dirinya dan menemani perjalananmu.

Baca juga : Pantai Balekambang mirip Tanah Lot

Akomodasi di Sekitar Pantai Plengkung

Akomodasi di pantai Plengkung Banyuwangi
Penginapan di kawasan pantai

Ada beberapa akomodasi yang disediakan di sekitar Pantai Plengkung Banyuwangi dengan konsep yang lebih alami dan mencerminkan gaya hidup para peselancar.

Namun tarif yang dikenakan cenderung lebih mahal dari biasanya karena umumnya tamu-tamu yang menginap adalah tamu asing sehingga harga yang ditetapkan menurut standar orang asing.

Yang pertama ada G-Land Joyo’s Surf and Resort yang jaraknya hanya sekitar 100 meter dari pantai.

Penginapan ini menyediakan tiga tipe kamar dengan harga per kamarnya mulai dari Rp. 500.000 an per malam dengan fasilitas pendukungnya seperti sarapan dan juga koneksi WiFi.

Yang kedua ada G-Land Bobby’s Surf Camp yang letaknya ada di Teluk Grajagan.

Banyak tamu di penginapan ini yang datang dari Bali dengan naik speed boat selama 2 jam perjalanan dari Kuta Reef Harbor.

Paket menginap di Bobby’s Surf Camp sudah termasuk perjalanan PP Bali – Plengkung,  3 kali makan, dan juga air minum.

Mau Berkomentar ?