Berkunjung ke Lawang Sewu Semarang, Menikmati Suasana Bangunan Tua & Unik

Anda mungkin sudah familiar dengan bangunan Belanda yang hingga kini masih berdiri kokoh di pusat kota ini. Lawang Sewu Semarang, begitulah orang menyebutnya. Setelah di renovasi, bangunan ini makin penuh sesak oleh pengunjung yang datang dari berbagai daerah.

Image seram perlahan sudah mulai hilang seiring berjalannya waktu. Padahal, dulunya tempat ini dikenal sebagai gedung tua yang horror. Bahkan, gedung ini nyaris tak pernah dikunjungi. Tapi sekarang ?

Sejarah Lawang Sewu Semarang

Pertama dibangun tahun 1904, tempat ini erat kaitannya dengan sejarah per-kereta-apian Indonesia. Pembangunan gedung yang menghabiskan waktu cukup lama ini berjalan seiringan dengan pembangunan jalur kereta api yang membentang dari Solo hingga Yogyakarta.

Namun, gedung ini tak hanya bercerita soal sejarah per-kereta-apian saja, melainkan juga peristiwa tragis yang pernah terjadi di masa lalu. Lokasi ini jadi saksi bisu pertempuran 5 hari di Semarang yang melibatkan pemuda AMKA ( Angkatan Pemuda Kereta Api ) dan penjajah Jepang.

Kala itu, pemuda AMKA berusaha untuk mempertahankan agar tidak jatuh ke tangan Jepang. Namun karena persenjataan yang kurang memadai, akhirnya para pemuda AMKA memutuskan untuk melarikan diri dan bersembunyi dari kejaran tentara Kempetai dan Kidobutai.

Beberapa bekas peperangan masih tampak di dalam gedung. Misalnya di lantai 3 gedung A, ada sebanyak kurang lebih 3 rangka baja yang kondisinya tak sempurna akibat hantaman mortir.

Dari kerusakan tersebut, yang paling parah adalah yang berada paling dekat dengan jendela. Sementara jika menengok ke sudut atas, nampak rangka baja yang rusak terserempet dan ada pula yang nyaris putus.

Arsitektur Lawang Sewu

Arsitektur bangunan gaya khas Belanda
Arsitektur by Rumahku.com

Memiliki gaya arsitektur yang khas, bangunan Lawang Sewu di desain oleh dua arsitek profesional asal Negara Kincir Angin Belanda bernama Bj. Queendag dan Prof. Jacob F. Klinckhamer.

Saat itu, ruangan yang di bangun lebih dulu ialah bangunan percetakan dan bangunan penjaga. Baru kemudian dilakukan perluasan pada tahun 1916 dan 1918 dengan menambah jumlah ruangan.

Nama Lawang Sewu sendiri diambil dari bahasa Jawa yang artinya Pintu Seribu. Namun, apakah Lawang Sewu benar-benar memiliki 1.000 pintu ?

Berdasarkan data yang ada, jumlah pintu di lokasi wisata Jawa tengah ini hanyalah sekitar 928 saja. Hanya saja, karena jumlahnya terlalu banyak dan bikin orang malas menghitungnya, maka orang-orang menganggap jumlahnya mencapai 1000 pintu.

Selain itu, jika Anda lihat lebih teliti, 928 pintu yang terdapat pada bangunan tersebut tidak semuanya berwujud pintu, lho. Banyak diantaranya memiliki wujud seperti jendela. Namun, karena susah dibedakan, maka jendela tersebut dikategorikan sebagai pintu.

Lawang Sewu Masa Kini

Pemandangan Lawang Sewu malam hari
View malam hari by Kaskus.co.id

Setelah melewati proses yang panjang dan terabaikan, Lawang Sewu Semarang akhirnya diambil alih oleh PT KAI dan mulai di tata sebagai destinasi wisata sejarah. Revitalisasi dilakukan sejak 2009 dan dimaksudkan untuk mempercantik bangunan tanpa mengubah desain aslinya.

Berhiaskan bangunan Tugu Muda yang jadi landmark kota Semarang, tempat ini kini jadi panggung teatrikal yang menyuguhkan pertunjukkan seni bertema edukatif. Anda bisa melihat adegan demi adegan dimainkan di atas panggung dengan tata pencahayaan menawan dan dukungan suara tembakan meriam yang cukup realistis.

Selain bisa menikmati pertunjukkan teatrikal bertema perjuangan, Anda juga bisa mengunjungi taman yang berada di tengah Lawang Sewu untuk menonton konser musik mini yang di gelar hampir setiap hari.

Di taman tersebut, para seniman biasanya memamerkan kebolehannya dalam bermusik untuk menghibur para wisatawan.

Baca : Sejarah & keindahan candi Ratu Boko.

Banyak Spot Selfie

Pemandangan di halaman samping
View halaman by Traveler.id

Berkunjung ke Lawang Sewu bukan hanya tentang pameran seni dan pentas musiknya saja, melainkan juga keindahan arsitektur yang memukau.

Pesona arsitektur destinasi ini memang menarik minat para pengunjung untuk ber-swafoto. Beberapa gedung yang biasa dijadikan spot berfoto ialah teras utama, kaca mozaik, pintu seribu, jembatan, dan jalan belakang.

Jika ingin mengadakan sesi foto prewedding, maka Anda bisa memilih jalan belakang sebagai lokasi pemotretan. Pasalnya, jalan ini tersembunyi dan jarang dikunjungi oleh orang-orang. Sehingga sangat cocok untuk dijadikan sebagai latar foto prewedding Anda dan pasangan.

Jika membawa anak-anak, ajaklah mereka untuk berfoto di atas jembatan dan di depan pintu seribu. Dua spot ini adalah spot favorit yang biasanya tak luput dari incaran wisatawan.

Pintu-pintu tersebut sebenarnya berfungsi untuk menghubungkan tiap-tiap ruang di gedung B. Namun karena posisi pintunya dibuat segaris, maka berfoto di depannya akan memberikan efek fotografi yang apik, seolah-olah Anda sedang berdiri di depan pintu berlapis-lapis.

Buka setiap hari dari pukul 7 pagi hingga 9 malam, Lawang Sewu bisa dikunjungi kapanpun. Apalagi saat ini sudah dipenuhi dengan lampu-lampu terang yang membuat nyaman dikunjungi saat malam hari.

Baca : Destinasi wisata keluarga di Baturaden.

Tempat Nongkrong di Sekitar

1. Max Coffee

Tempat nongkrong Max Coffee
Max Coffee

Menjelajahi bangunan seribu pintu tentu sangat melelahkan, apalagi bagi Anda yang baru pertama kali mengunjunginya.

Oleh karena itu, luangkanlah waktu sejenak untuk melemaskan otot kaki di tempat yang nyaman. Max Coffee bisa jadi pilihan terbaik bagi Anda yang bingung mencari tempat beristirahat.

Mampir ke Max Coffee, Anda bukan saja bisa nongkrong santai, tetapi juga bisa ngopi sambil mengisi perut dengan cemilan yang lezat.

Kedai ini menyajikan olahan kopi hitam maupun modern, seperti Espresso, Macchiato, Piccolo, Cappucino, hingga latte. Kalau tak suka ngopi, Anda bisa memilih green tea atau Belgian chocolate sebagai alternatif.

Soal cemilan, tenang saja, Max Coffe punya banyak kudapan yang bisa dijadikan teman ngopi. Ada puff chicken curry, tuna bread, sandwich, cheesecake, dan lain sebagainya. Harganya ? Mulai Rp. 35 ribu saja.

Tempat nongkrong keren Max Coffee berlokasi di Jl. Pemuda No. 150, Sekayu, Semarang Tengah, Jawa Tengah.

2. Lunpia Mataram Semarang

Kuliner Lunpia Mataram Semarang
Lunpia by Hellosemarang.com

Anak-anak tak suka kedai kopi ? Tenang saja, Anda masih punya banyak pilihan. Lunpia Mataram Semarang misalnya. Rumah makan ini letaknya berada di pinggir Jalan Pandanaran dan dapat di akses dalam waktu 3 menit saja dari lokasi Lawang Sewu.

Belanja lunpia disini tak perlu khawatir cepat basi, karena lunpia cukup awet hingga bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Ukurannya pun cukup besar dan memiliki isian yang padat. Jika ingin membeli, siapkan saja uang sebesar Rp. 14 ribu untuk membawa pulang satu buah lunpia.

Lunpia Mataram Semarang berlokasi di Jalan Pandanaran No. 29 A, Randusari, Semarang Selatan, Jawa Tengah.

Rute ke Lokasi Lawang Sewu

Tempat wisata Lawang Sewu berlokasi di Jalan Pemuda, Sekayu, Semarang Tengah, Jawa Tengah. Gedung ini berada di bundaran Tugu Muda yang membuatnya dapat diakses dengan mudah.

Untuk bisa sampai di lokasi ini, Anda bisa menempuh perjalanan menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum.

Jika menggunakan kendaraan umum, maka Anda bisa naik BRT koridor IV dari bandara Ahmad Yani arah stasiun Semarang Tawang dan turun di Halte Pasar Bulu. Nantinya, dari Pasar Bulu Anda hanya perlu naik angkot jurusan Karang Ayu dan turun di depan Lawang Sewu Semarang.

Selain menggunakan BRT dan angkot, Anda juga bisa menggunakan jasa transportasi online seperti Gojek atau Grab untuk mengantar Anda langsung ke tujuan. Selamat berlibur ya.

Vote Artikel Ini

Kualitas isi & gaya bahasa artikel ini :

Isi Form Feedback

Berikan alasan Anda memberikan vote rendah.

Yakin Ngga Mau Komen ?

Yuk diskusi cerdas. Gunakan nama asli agar komentar Anda disetujui.