Edelweiss dan Sunrise Menjadi Daya Tarik Para Pendaki ke Gunung Sindoro

Gunung Sindoro sudah lama jadi tujuan wisatawan. Umumnya, wisatawan yang berkunjung ke tempat ini menghabiskan waktunya dengan menjajal trek pendakian dan berkemah di Sunrise Camp.

Namun, banyak juga yang menikmati pesona gunung ini dengan cara yang berbeda, misalnya seperti ngopi santai di sekitar lereng Sindoro atau sekedar menyusuri kebun teh dan menikmati pemandangan.

Berada di antara kabupaten Wonosobo dan Temanggung, gunung di Jawa tengah ini tidak berdiri sendirian. Ada gunung Sumbing yang letaknya cukup berdekatan. Meski bersaudara, kedua gunung tersebut memiliki ketinggian yang berbeda. Gunung Sumbing memiliki ketinggian 3.371 Mdpl, sementara Sindoro memiliki ketinggian sekitar 3.136 Mdpl.

Karena jarak yang rapat, baik Sindoro maupun Sumbing mengusung keindahan bentang alam yang mirip. Salah satu pesona alam yang hanya akan Anda temukan di Sindoro ialah kawasan puncaknya yang cukup luas melebihi luas lapangan sepak bola. Hal itu pula yang membuat pendaki kepincut hingga rutin berkunjung kemari.

Jalur Pendakian Gunung Sindoro

Setidaknya ada dua jalur pendakian yang menjadi favorit para petualang, yakni jalur pendakian via Kledung dan jalur via Sikatok / Sigedang.

Jika Anda ingin menempuh perjalanan singkat, maka trek Sikatok adalah jawabannya. Pendakian melalui Sikatok hanya akan menghabiskan waktu sekitar 6.5 jam saja. Sementara, jika melalui jalur Kledung, waktu yang Anda butuhkan untuk bisa tiba di puncak gunung ialah sekitar 7.5 jam.

Sindoro Via Kledung

Sunrise camp gunung Sindoro
Sunrise camp

Memilih rute Kledung sebagai akses menuju puncak Sindoro adalah ide bagus. Setidaknya rute ini bisa dilalui dengan cukup santai. Keberadaan spot perkemahan adalah salah satu alasan mengapa rute ini cocok ditempuh oleh Anda yang hobi mengoleksi pengalaman.

Trip dimulai dari pos I. Berada pada ketinggian sekitar 1.900 Mdpl, pos ini dikelilingi dengan pepohonan hijau yang tumbuh lebat di sepanjang jalan setapak. Dari sini, Anda bisa melihat pergeseran medan dari yang sebelumnya berupa trek berbatu yang cukup landai kini berubah menjadi trek tanah padat yang menanjak.

Setelah menghabiskan waktu selama kurang lebih 2 jam, Anda akan menjumpai pos 2 yang letaknya berada pada ketinggian 2.120 Mdpl.

Agak berbeda dari sebelumnya, trek yang menanti berikutnya akan lebih sukar karena di dominasi dengan medan berbatu yang menanjak curam. Meski begitu, trek ini terbilang aman untuk dilalui oleh para pendaki.

Melanjutkan perjalanan, Anda akan tiba di Pos 3 yang lokasinya lebih tinggi, yakni berada di ketinggian sekitar 2.530 Mdpl.

Pos inilah yang akan memanjakan para pendaki dengan suguhan camping ground yang luas. Jika sudah sampai di sini, Anda bisa sedikit bersantai karena Anda berada di lokasi yang tepat untuk bermalam di bilik tenda.

Meneruskan pendakian selepas beristirahat semalam penuh di Pos 3, Anda langsung disapa dengan hamparan padang Edelweiss yang cantik dan mempesona. Sepanjang mata memandang, Anda hanya akan melihat sabana hijau dan bunga Edelweiss yang nampak eksotik.

Terus dibuat terlena dengan keindahan alam yang mengagumkan, Anda tak akan menyadari bahwa sudah tiba di puncak seketika melihat kawah aktif yang dipenuhi dengan kepulan asap dan aroma belerang menyengat.

Uniknya, kawah tersebut juga ditemani dengan dua danau kembar yang mengapit kedua sisinya. Anda tak akan mengira bahwa danau tersebut menyimpan air yang cukup jernih. Saking jernihnya, orang–orang sampai menjuluki danau tersebut dengan nama Telaga Ajaib. Menarik, bukan ?

Kebun Teh di Lereng Sindoro

Perkebunan teh Tambi di lereng Sindoro
Kebun teh Tambi

Jika mendaki gunung terlalu berat bagi Anda, maka mengunjungi kebun teh Tambi di dataran tinggi Dieng bisa jadi solusinya. Berada di kaki gunung Sindoro, kebun teh Tambi mempunyai panorama alam yang mengagumkan. Berlatarkan Sindoro, kawasan kebun teh Tambi disebut–sebut punya kemiripan view dengan Switzerland.

Hamparan hijau bak permadani membentang luas hingga 800 hektar lebih. Hawa sejuk yang menyelimuti kawasan ini juga sangat cocok untuk menyegarkan kembali pikiran dan tenaga Anda.

Apalagi, kala Anda melintasi jalan aspal halus yang membagi kebun teh ke dalam dua bagian, maka bukan hanya akan dimanjakan dengan kebun teh yang asri, Anda juga akan dibuat kagum dengan keelokan panorama Sindoro yang bernaung di bawah langit biru yang cerah.

Berada pada rentang ketinggian 1.400 hingga 2.100 Mdpl, perkebunan ini tetap bisa diakses dengan mudah. Jika datang di pagi hari, Anda akan mendapati penduduk lokal yang sedang memetik daun teh menggunakan gunting besar yang telah dimodifikasi.

Tak hanya berkeliling menyusuri jalur labirin kebun, Anda juga bisa mengamati proses pengolahan teh di pabriknya secara langsung hingga menyeduhnya sendiri di cangkir dengan air panas.

Fasilitas di Sekitar Sindoro

Kawasan Sindoro sebenarnya dilengkapi dengan fasilitas yang cukup memadai. Misalnya di desa Kledung, Anda bisa beristirahat sekaligus menginap di basecamp yang disediakan. Ada pula beberapa warung makan yang tersebar di sekitar basecamp. Jadi, tak ada lagi alasan untuk memulai pendakian dengan perut kosong ya !

Baca : Pendakian gunung Lawu via Cetho.

Rute ke Gunung Sindoro

Lokasi Sindoro berada di Damarkasiyan, Kertek, Wonosobo.

Datang dari kota Wonosobo, Anda harus menempuh perjalanan sejauh 19 Km menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum. Perkebunan milik warga yang membentang di sepanjang jalan adalah salah satu tanda bahwa Anda sudah hampir tiba di basecamp Sindoro.

Namun, untuk bisa mendaki gunung Sindoro, Anda perlu mengurus pendaftaran terlebih dahulu di basecamp Kledung sembari membayar retribusi sebesar kurang lebih Rp. 15.000 per orang.

Yakin Ngga Mau Komen ?

Yuk diskusi cerdas. Gunakan nama asli agar komentar Anda disetujui.