5 Tips Mendaki Gunung Paling Disarankan Untuk Pemula

Tips Mendaki Gunung Untuk Pemula

Ulasan kali ini akan fokus kepada tips mendaki gunung yang benar dan aman, terutama bagi Anda yang baru pertama kali melakukan pendakian.

Mendaki gunung mungkin terdengar agak riskan bagi yang belum pernah mencoba.

Alam yang tidak bisa di prediksi, bisa saja pagi cerah, malamnya hujan badai. Oleh karena itu sangat penting bagi Anda yang masih pemula untuk mengerti seputar tips mendaki gunung.

Seperti pengalaman yang saya alami saat mendaki gunung Sindoro.

Hujan badai yang membuat saya sempat berpikir akankah masih bisa melihat hari esok. Selain itu, bayangan tersesat di tempat yang sama sekali tidak Saya kenal bisa membuat gentar juga.

Masih banyak hal lain yang selalu dipikirkan oleh seseorang ketika memutuskan untuk naik gunung, apalagi bagi pemula.

Oleh karenanya, beberapa tips ini sangat penting untuk diperhatikan, terutama bagi pemula yang baru pertama kali akan mendaki gunung.

Padahal, naik gunung bisa menjadi satu pengalaman berharga untuk setiap orang.

Perjuangan tak kenal lelah menggapai puncak, kerjasama dengan tim, kesabaran, tanggung jawab, toleransi, dan masih banyak lagi hal yang bisa Anda dapatkan dari sebuah pendakian.

Lebih dari itu, siapa yang bisa menolak pesona sunrise dan sunset yang terlihat berkali lipat lebih indah dari atas gunung ?

Siapa yang bisa memalingkan wajah dari padang edelweiss yang anggun ?

Siapa yang tak kagum dengan pesona negeri di atas awan tersebut ? Bintang bertaburan sangat banyak di malam hari seperti bisa diraih sejangkauan tangan.

Saya yakin, banyak dari mereka yang menjadikan semua itu sebagai alasan untuk selalu mendaki lagi dan lagi. Mungkin juga termasuk Anda nanti.

Bahkan hal yang tidak diinginkan yang pernah terjadi saat pendakian, tidak mengurangi kecintaan saya dengan gunung.

Apakah semenjak hujan badai besar saat itu saya kapok ? Tidak.

Apakah saat teman satu tim yang sakit dan membuat saya panik akan menjadi alasan saya untuk berhenti mendaki ? Tidak juga.

Namun bagi pemula ( saya sendiri sebetulnya masih pemula ), ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Nah, simak beberapa 5 tips penting sebelum Anda mendaki gunung berikut ini.

1. Tentukan Tujuan Pendakian

Tips yang pertama dan paling sederhana tentu saja menentukan tujuan pendakian, gunung mana yang ingin didaki.

Hal ini penting untuk mengetahui dengan transportasi apa untuk sampai ke basecamp, bagaimana medan pendakiannya, apakah tanah atau bebatuan, dan hal – hal penting lainnya.

Dengan mengetahui tujuan pendakian lebih awal, Anda juga jadi bisa mengusahakan surat izin pendakian lebih awal.

Jadi pendakian pertamamu akan berjalan dengan lancar.

2. Ajak Teman Yang Sudah Berpengalaman

Tips mendaki gunung yang kedua dan tidak kalah penting adalah mengajak teman yang sudah profesional dalam mendaki.

Paling tidak, itu akan memberikan rasa aman, lagipula mereka pasti lebih tau medan pendakian, rute menuju puncak, dan lain sebagainya.

Kalau Anda ikut Penmas ( Pendakian Massal ) sih tidak masalah, karena semua sudah dipersiapkan panitia. Mulai dari transport, makanan dan rute pendakian.

Tapi, saya sendiri lebih menyukai pendakian mandiri.

Berjalan dengan hanya beberapa orang saja justru akan memberikan kesan tersendiri untukmu. Coba saja kalau tidak percaya 🙂

3. Tips Mendaki Gunung : Persiapan Fisik

Latihan fisik juga salah satu tips mendaki yang sangat penting.

Aktivitas berlatih seperti lari dan olahraga lainnya sangat penting sebelum naik gunung supaya fisik nggak kaget dan yang terpenting fisik tidak mudah lelah.

Saya pernah kram kaki waktu naik ke Merbabu. Tidak terlalu parah tapi cukup menghambat.

Untung saja kami satu tim sudah istirahat satu malam di camp jadi waktu itu sedang dalam keadaan tidak terlalu lelah.

Persiapan fisik juga menyesuaikan gunung tujuan yang akan Anda daki.

Persiapan mendaki gunung Semeru, tentu sangat jauh berbeda dibanding jika Anda akan berkunjung ke gunung Tangkuban Perahu di Jawa Barat.

4. Persiapkan Peralatan & Bekal Makanan

Mulai dari tenda, nesting, flysheet, matras, dan peralatan pribadi seperti jaket, celana dan baju ganti, mantel dan lainnya harus dipersiapkan dengan seksama.

Mengingat cuaca di gunung tidak menentu, jaket dan mantel adalah hal – hal yang wajib untuk dibawa. Baju dan celana ganti juga harus turut serta.

Waktu naik Merbabu, saya hanya membawa baju seadanya, mantel pun sudah tidak layak pakai. Alhasil saya naik dengan baju basah dan itu rasanya tidak nyaman.

Hati – hati ya, karena kalau terlalu kedinginan kamu bisa kena hypothermia.

Jika di gunung yang akan didaki sulit mendapat sumber air, berarti persediaan air yang dibawa harus lebih banyak.

Sebetulnya kalau terpaksa, bisa saja minum air dari hujan yang turun, jangan lupa direbus dulu ya 🙂

Kalau soal nesting dan tenda serta perlengkapan yang dipakai bersama – sama, Anda bisa share dengan teman satu tim.

Bahan makanan juga harus diperhatikan. Ini soal selera, tapi saya dan teman – teman sering membawa beras, sayuran yang simpel seperti tumis kacang panjang, telur dan sarden.

Jangan lupa juga bawa kopi dan susu untuk bersantai di atas sambil lihat sunrise.

Baca juga : Tips travelling dengan budget terbatas

5. Doa Restu Orang Tua

Nah ini tips mendaki gunung yang terpenting ya.

Ke mana pun Anda pergi, bukan hanya ke gunung, harus selalu minta izin dari orang tua terlebih dahulu.

Mungkin saja orang tua akan khawatir kalau Anda mau naik gunung. Tapi, dengan penjelasan yang benar dan masuk akal, mereka akan mengerti kok.

Tapi, kalau memang nggak diizinkan, jangan nekat ya. Mereka pasti punya alasan tersendiri untuk tidak memperbolehkanmu pergi.

“Jangan membunuh kecuali waktu, jangan meninggalkan kecuali jejak, jangan mengambil kecuali gambar”

Saya pernah mendengar istilah seperti itu dan memang seorang pendaki harus seperti itu ya. Jangan meninggalkan sampah di alam liar. Semua sampah dalam pendakianmu harus dibawa turun dan dibuang pada tempatnya.

Saya heran pada orang – orang yang memetik edelweiss kemudian foto dengan bunga abadi itu lalu mengupload di medsos. Merasa bangga atau bagaimana ya ?

Padahal, harusnya kita membiarkan edelweiss itu tumbuh mempercantik gunung itu dan menyambut siapa pun yang menyambanginya 🙂

Angesti Yustika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *