Air Terjun Nungnung, Destinasi Bali Yang Tidak Semasyhur Kawan-Kawannya

Kepariwisataan Bali tidak hanya bergumul pada pantai dan tamasya malamnya saja, melainkan juga pada air terjun yang tersebar di berbagai wilayah. Salah satunya bahkan berada di kawasan dataran tinggi, air terjun Nungnung namanya.

Perjalanan menuju ke lokasi air terjun ini akan memakan waktu sekitar kurang lebih 1 jam 50 menit jika dimulai dari Bandara Internasional Ngurah Rai.

Plesiran ke Air Terjun Nungnung

Mendekati lokasi air terjun, sepanjang sisi jalan akan dipenuhi dengan hamparan tanaman padi penuh isi berwarna kuning keemasan yang melambai–lambai dengan kompaknya.

Suasana asri juga semakin diperkuat dengan minimnya polusi udara karena kondisi jalan yang lengang dengan sedikit kendaraan yang berlalu lalang. Dengan demikian, Anda bisa menjangkau wilayah ini dengan nyaman, baik menggunakan kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat.

Sesampainya di depan gerbang, Anda akan menjumpai pos retribusi yang siap melayani pembelian tiket. Untuk mendapatkan tiket masuk, Anda harus mengeluarkan biaya sebesar kurang lebih Rp. 10.000 per orang.

Kemudian, Anda akan diarahkan menuju ke area parkir yang terbagi ke dalam 2 lokasi, yakni parkir motor dan parkir mobil. Dimana parkir motor terletak di sebelah atas dan parkir mobil terletak di bagian bawah.

Baca : Surga tersembunyi air terjun Banyumala.

Menaklukkan 700 Anak Tangga

Tangga menuju lokasi air terjun
Menuruni tangga by Kintamani.id

Setelah memarkir kendaraan, Anda perlu melanjutkan perjalanan dengan melintasi sejumlah anak tangga sejauh kurang lebih 150 meter dengan cara berjalan kaki. Anda bisa menuruni deretan anak tangga tersebut dengan nyaman tanpa khawatir tergelincir karena permukaannya terbuat dari batu sikat yang kasar.

Jika lelah, Anda bisa beristirahat sejenak dengan berteduh di sebuah gazebo yang berada tepat di ujung lintasan tangga.

Sekeliling gazebo dipenuhi tanaman palem yang tumbuh lebat di sisi tebing yang curam. Anda tidak punya pilihan selain kembali melanjutkan perjalanan dengan menuruni anak tangga yang sudah menunggu di depan mata.

Selesai dengan perjalanan panjang nan melelahkan tersebut, Anda akan disambut dengan gemuruh air terjun yang mengalir dari ketinggian 50 meter dari atas tebing. Sekilas, deru air terjun Nungnung di Bali tampak mirip dengan curug Ngebul di Cianjur, deras dan berkabut.

Kabut tercipta kala air yang mengucur dari ujung tebing menabrak telaga yang berada di bawahnya sehingga muncul percikan air yang membuat pandangan menjadi sedikit kabur. Sebuah sungai juga terlihat mengalir cukup deras di sebelah kiri air terjun, sementara sisanya berupa batuan kali yang berukuran cukup besar.

Bongkahan batu yang tersebar ke hampir seluruh badan sungai tersebut mungkin dapat membahayakan Anda karena permukaannya yang cukup licin. Oleh karena itu, selagi larut dalam penjelajahan, sebaiknya Anda tetap memperhatikan langkah dengan hati–hati untuk mencegah terjadinya hal–hal yang bisa menimbulkan cedera.

Selain menikmati pesona air terjun dari kejauhan, Anda juga bisa berenang di telaga sedalam 1 meter yang berada di bawahnya. Berdiri tepat di bawah gerojokan juga memberikan sensasi pijatan alam yang ampuh mengusir lelah.

Namun, tidak semua orang mampu menahan sakitnya totok alami tersebut, jadi pastikan Anda sanggup menahan tusukan air yang menderu tubuh, ya !

Usai puas berenang, kini saatnya untuk beraksi dengan kamera andalan. Anda bisa menjepret berbagai momen keseruan selama berada di air terjun, mulai dari berenang, bermain air, hingga duduk santai di tepi sungai. Beberapa spot memang sengaja disediakan bagi Anda yang gemar berswafoto di depan air terjun. Menarik, bukan ?

Fasilitas Yang Tersedia

Sebagai tempat wisata alam di Bali, fasilitas di kawasan air terjun Nungnung masih perlu perhatian lebih dari pemerintah setempat. Hanya terdapat areal parkir dan toilet saja sepanjang mata memandang. Sementara untuk memudahkan wisatawan beristirahat, didirikan beberapa gazebo yang bisa disinggahi sewaktu–waktu.

Minimnya fasilitas juga dapat dilihat dari eksistensi kedai makanan yang hampir tidak ada sama sekali. Padahal, keberadaan kedai makanan di suatu kawasan wisata merupakan hal yang cukup penting.

Namun, jika Anda hanya ingin membeli aneka cemilan dan softdrink, ada sebuah toko bernama warung Puspasari yang bisa Anda singgahi. Letaknya tidak begitu jauh dari lokasi air terjun, yakni sekitar 1.5 km saja.

Adapun untuk menyantap makanan berat, diperlukan usaha lebih dari Anda untuk bisa menemukan kedai yang menjajakan aneka masakan.

Beberapa rekomendasi rumah makan yang bisa Anda pertimbangkan kala berkunjung ke kawasan ini ialah warung Waterfall, warung Bu Ani 2, warung Bu Desi dan lain–lain.

Rumah makan yang telah disebutkan di atas memang terletak cukup jauh dari lokasi air terjun. Namun, jika Anda berhasil menemukan satu warung saja, Anda akan melihat pula deretan warung lainnya yang berjajar dengan rapi di sepanjang Jalan Raya Pura Pucak Mangu.

Baca : Keunikan Tanah Lot, Pura di tengah laut.

Akses Menuju Lokasi

Penunjuk arah ke lokasi air terjun
Lokasi air terjun by Infokebali.com

Lokasi air terjun Nungnung Bali beralamat lengkap di Desa Plaga, Belok / Sidan, Petang, Kabupaten Badung, Bali.

Berangkat dari Bandara Internasional Ngurah Rai, rute tercepat menuju kawasan ini ialah melalui jalan raya Penarungan. Selama menempuh perjalanan sejauh kurang lebih 57 km tersebut, kemampuan menyetir Anda akan diuji dengan berbagai kelokan dan tanjakan curam.

Namun, perjalanan menuju lokasi air terjun Nungnung bisa jadi pengalaman berharga bagi yang hobi travelling. Pasalnya, Anda akan disuguhi dengan kultur pedesaan yang masih sangat alami dan belum banyak dipengaruhi oleh kemajuan teknologi. Menyenangkan, bukan ?

Yakin Ngga Mau Komen ?

Yuk diskusi cerdas. Gunakan nama asli agar komentar Anda disetujui.