Menyambangi Garuda Wisnu Kencana, Dibangun 28 Tahun & Lihat Hasilnya Kini

Kunjungan ke taman budaya dan wisata Garuda Wisnu Kencana Bali bisa jadi pilihan yang tepat bagi perjalanan wisata kamu pekan ini.

Selain mendapatkan pengalaman berlibur yang menyenangkan, kamu juga bisa mempelajari banyak hal tentang sejarah dan keunikan monumen GWK beserta pertunjukkan tari tradisional Bali yang menarik, mulai dari Tari Kecak, Tari Legong, hingga Tari Bumbung.

Taman Budaya GWK atau dikenal juga dengan Garuda Wisnu Kencana Cultural Park merupakan situs budaya yang menampilkan warisan budaya megah berupa monumen setinggi 121 meter yang sekaligus di dapuk sebagai landmark paling ikonik di Bali.

Proses pembangunan monumen fenomenal tersebut memakan waktu selama 28 tahun sebelum akhirnya diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada September 2018 lalu. Menghabiskan waktu yang cukup lama, apa yang membuat Monumen serta Taman GWK menarik di mata para wisatawan ?

Daya Tarik Garuda Wisnu Kencana

Taman GWK di bangun di atas kawasan seluas kurang lebih 60 hektar yang terbagi ke dalam 20 sub area, diantaranya ialah area Plaza Bhagawan, Commercial Strip, Kencana Souvenir, Plaza Garuda, Lotus Pond, Indraloka Garden Plaza Kencana, Amphitheater, Food Court, Street Theater, Kura–Kura Plaza, Plaza Wisnu, Garuda Cinema, dan masih banyak lagi.

Lotus Pond

Area Lotus Pond Garuda Wisnu Kencana
Lotus Pond by Lastonetours.com

Lotus Pond adalah venue utama di GWK yang meliputi area seluas kurang lebih 4.400 meter persegi. Mampu menampung sebanyak kurang lebih 7.000 orang, venue ini dipagari benteng kapur putih yang cukup tinggi.

Tempatnya yang cukup nyaman membuat Lotus Pond sering dimanfaatkan untuk perhelatan konser musik, pentas fashion hingga perjamuan internasional. Namun kala sedang “nganggur”, area Lotus Pond akan dipenuhi dengan para pengunjung yang datang dari berbagai penjuru arah untuk berswafoto atau sekedar mengendarai skutis / segway.

Baca : Pasih Uug, spot wisata Bali tersembunyi.

Indraloka Garden

Taman Indraloka Garuda Wisnu Kencana Bali
Indraloka garden by Infokebali.com

Taman Indraloka adalah lokasi venue kedua setelah Lotus Pond yang menjadi spot wisata favorit di Bali bagi para penyelenggara acara.

Bedanya, jika Lotus Pond meng-cover wilayah seluas 4.400 meter persegi dan sanggup mengakomodasi event berskala besar hingga Internasional, maka Indraloka Garden memiliki cakupan wilayah yang lebih kecil dan hanya sanggup menampung event yang lebih sederhana, seperti acara pernikahan, ulang tahun, dan lain sebagainya.

Amphitheater

Ampitheater GWK Cultural Park
Amphitheater by Gwkbali.com

Jika kamu ingin menonton pertunjukkan kesenian tari Bali, maka Amphiteather adalah tempatnya. Setiap harinya Amphiteather selalu menyuguhkan berbagai performance dari para penari yang kompak berlenggok di atas panggung.

Dimulai pada pukul 10.00 hingga 10.40 pagi waktu setempat, pertunjukkan akan kembali dilanjutkan pada pukul 15.00 hingga 15.40 sore di tempat yang sama. Biasanya, para penari akan menampilkan tarian tradisional Bali yang telah dikombinasikan dengan tarian modern.

Namun, ada juga pertunjukkan sendratari seni, drama, dan tari khas Bali yang membawakan kisah tentang Garuda Wisnu Kencana, tokoh mitologi yang muncul dalam kisah Mahabharata sebagai sosok yang penyayang dan pemberani. Pertunjukkan sendratari ini dapat anda tonton di Amphitheater pada pukul 12.00 hingga 12.40 siang WITA.

Sementara, pertunjukkan tari Kecak akan dimulai pada pukul 06.30 hingga 07.20 sore waktu setempat. Masih di tempat yang sama, pertunjukkan akan menceritakan kisah pewayangan terkenal Ramayana dalam balutan tari Kecak yang kental akan nuansa kolosal.

Kemegahan Monumen GWK

Sebagai salah satu monumen tembaga terbesar di dunia, monumen GWK di klaim menempati urutan ke- 3 dalam daftar patung terbesar di dunia. Monumen setinggi kurang lebih 121 meter tersebut dibangun di atas pondasi pedestal setinggi 46 meter.

Bahan material yang digunakan untuk melapisi 25.000 meter persegi permukaan monumen GWK ialah logam tembaga dan kuningan. Itulah sebabnya patung ini terlihat cukup mencolok dari kejauhan.

Monumen GWK menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan lokal maupun asing. Hal itu terlihat jelas dari bagaimana perhatian pengunjung tersita kala melihat keunikan monumen tersebut.

Sembari mengidentifikasi karakteristik dari monumen GWK yang cukup distinctive, kamu juga bisa menjadikan monumen tersebut sebagai obyek dalam pemotretan atau liputan kamu.

Selain itu, area GWK juga bisa jadi latar pemotretan yang menarik lho. Kamu hanya perlu menunjukkan pose terbaikmu di depan monumen dan pastikan kamera mengambil gambar dari angle yang tepat.

Sebenarnya, taman GWK memiliki cukup banyak spot instagramworthy yang bisa kamu jelajahi, misalnya saja Kura–Kura Plaza, Tirtha Agung, dan Festival Park. Semuanya memiliki ciri khas yang berbeda–beda, maka tidak lengkap rasanya jika kamu tidak mengunjunginya satu per satu.

Baca : Suasana berkabut syahdu di Pura Ulun Danu Bratan.

Kencana Souvenir

Jika puas berbelanja pengalaman, kini saatnya kamu berbelanja barang. Terletak di dalam kawasan GWK Cultural Park, Kencana Souvenir memamerkan beraneka ragam cenderamata khas Pulau Dewata.

Ada lebih dari 5000 items unik terpajang dengan rapi di dalam toko seluas 700 meter persegi tersebut. Buka selama 12 jam setiap harinya mulai pukul 10 pagi hingga pukul 10 malam, mengunjungi Kencana Souvenir bisa jadi pelengkap liburan yang epic.

Akses Lokasi & Fasilitas

Perjalanan wisata kamu tidak akan lengkap tanpa dukungan fasilitas yang maksimal. Memahami pentingnya fasilitas umum, maka pengelola menyediakan sejumlah sarana prasarana yang memadai untuk membuat para wisatawan merasa nyaman. Fasilitas tersebut misalnya seperti Musholla, toilet umum, food court, dan pedestal tour shelter.

Berlokasi di Jalan Raya Uluwatu, Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, Garuda Wisnu Kencana Cultural Park buka setiap hari mulai pukul 8 pagi hingga pukul 9 malam waktu setempat.

Namun, untuk memasuki kawasan ini kamu perlu membeli tiket masuk seharga kurang lebih Rp. 80.000 untuk orang dewasa dan sebesar Rp. 60.000 untuk anak–anak. Memang cukup mahal, tapi sepadan kok dengan keseruan yang kamu dapatkan.

Yakin Ngga Mau Komen ?

Yuk diskusi cerdas. Gunakan nama asli agar komentar Anda disetujui.